Selasa, 17 April 2012
NAMA
KELOMPOK :


- 1.
Dewi Wahyuningtyas(3201105113)
- 2.
Feni Nurwulan (3201105120)
-
3. Lasty Anugrah Putri (3201105112)
- 4.
Nurhayati (3201105115)
-
5. Riska Hartikasari (3201105104)
-
6. Yulyasih (3201105072)
KELAS : 2B / AKK D3
MATA KULIAH : QMS
DOSEN : Zulfikar
“PROSES PERUBAHAN”
Suatu
proses perubahan di mulai dari inisiatif -> spontanitas -> ekspresif
-> kreatifitas -> inovasi -> perubahan.
Inisiatif
adalah ide yang kita miliki, yang kemudian dituangkan dengan spontanitas dan ekspresif,
kemudian barulah ke tahap yang lebih serius yaitu kreatifitas, inovasi, dan
perubahan.
Inovasi
merupakan hasil dari kreatifitas. Apabila kreatifitas tidak dapat kita ajarkan
(berikan) kepada orang lain dan tidak kita lakukan secara berulang-ulang
kreatifitas tersebut tidak dapat dikatakan sebagai kreativitas. Karena inovasi
akan tercipta apabila kita dapat mengajarkan kepada orang lain tentang
kreatifitas yang kita miliki dan kreativitas tersebut dilakukan dengan
konsisten disertai pula dengan dokumentasi. Apabila inovasi sudah tercapai,
berarti saatnya orang-orang yang kita ajarkan tadi mengajarkannya kepada orang
lain. Apabila berhasil, kemungkinann besar kita sudah berhasil membawa mereka
ke perubahan yang kita inginkan.
Berikut
adalah pembahasan kami mengenai terciptanya proses perubahan tempat tinggal /
rumah / permukiman manusia.
Inisiatif
Pada awalnya kebutuhan manusia yang
paling mendasar adalah sandang dan pangan yaitu makanan, minum, serta pakaian.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia pada zaman dahuluyang berburu binatang
liar di hutan-hutan. Jadi dari cara hidupnya manusia adalah sebagai pengumpul
dan berburu binatang liar. Serta mereka juga menggunakan barang dari alam untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Mulai dari memenuhi kebutuhan hidup,
sampai menutupi anggota tubuh mereka dari rangsangan luar. Karena kondisi ini mereka bermukim dengancara
berpindah-pindah, entah tinggal di dalam gua maupun di atas pohon. Hal ini juga
untuk melindungi dari binatang buas dan cuaca.
Tetapi sejalan dengan perkembangan kemampuan
manusia, mereka mulai berpikir bagaimana caranya untuk menguasai sumber pangan
tersebut sehingga sumber pangan itu akan terjamin ada tersedia terus. Mulailah
sekelompok manusia membentuk peternakan dan pertanian. Dengan cara ini manusia
dapat menguasai sumber pangan
secara keseluruhan.
Tindakan/spontanitas
Setelah mereka merasa kebutuhan
makanannya sudah terpenuhi, mereka berfikir cara untuk melindungi diri dari
binatang buas yang ada di sekitar mereka. Lalu tanpa sengaja keluarlah
pemikiran untuk mencari tempat berteduh dan berlindung (gua) dari ancaman yang
ada di luar. Cara hidup bertani dan beternak
akan mengharuskan mereka menetap di suatu tempat. Sehingga terjadilah perubahan
yang besar dari pola permukimannya. Perubahan terjadi dari cara
berpindah-pindah menjadi menetap.Kemudian
diantara mereka ada juga yang membuat tempat berteduh seperti pondok yang hanya
ada atap daun dan 2 atau 4 buah kayu penahan.


Ekspresif
Setelah
mereka menjalani kehidupan yang sederhana, kemudian timbulah keinginan untuk
memperbaharui cara kehidupan yang telah dijalani oleh mereka agar menjadi lebih
baik dari sebelumnya. Maka mereka melakukan sebuah tindakan untuk membuat rumah
mereka menjadi lebih layak untuk di tempati, seperti diberikan atap yang lebih
baik, diberikan tongkat yang lebih kuat, dan diberi dinding.


Kreatifitas
Setelah
mereka membangun rumah yang sederhana dan lebih layak untuk ditempati, kemudian
lahirlah sebuah kreatifitas yang baru untuk menciptakan suatu bangunan yang
lebih mengikuti perkembangan zaman. Dengan cara mengubah dan memperbanyak
pondasi. Kemudian diberikan rangka agar dinding yang akan kita pasang menjadi
lebih kuat. Setelah pondasi dan rangka sudah berubah, maka atap dilakukan
perubahan, contohnya dari atap daun berubah menjadi atap, seng, dan genteng.
Selain itu, dinding yang digunakan pun ikut mengalami perubahan, misalnya dari
yang dulunya dinding kayu yang tidak rapi menjadi dinding kayu yang rapi, dan
dinding yang terbuat dari semen. Serta lantai yang dulunya hanya beralaskan
tanah, sekarang di perbaharui menjadi lantai yang menggunakan kayu, semen, dan
ubin.

Inovasi
Setelah
mereka berhasil melakukan suatu perubahan dari kreatifitas yang ada di dallam
diri mereka, kemudian mereka mewujudkannya dan melakukan kreatifitas
tersebutdengan terus-menerus dengan cara terus menciptakan rumah dengan bentuk
bangunan yang lebih bagus, misal rumah berlantai lebih dari satu, dengan adanya
ide untuk memberi warna pada dinding rumah / cat, dan juga mengganti atap rumah
dengan bahan yang semakin membaik kualitasnya. Kreatifitas ini dilakukan secara
terus-menerus seiring perkembangan zaman, dengan memberikan, membagi dan
mengajarkan ilmu mereka ke orang lain. Setelah semua merasa ide itu bagus,
orang-orang pun merasa tertarik dan mengikuti kreatifitas yang sudah diajarkan
tadi.

Perubahan
Ketika semua orang telah menyadari
bahwa kreatifitas itu melahirkan suatu inovasi yang baru dan lebih bermutu, dan
pada saat orang yang melahirkan kretifitas tersebut dapat melahirkan inovasi
bagi semua orang, sehingga terjadilah perubahan seperti saat ini. Mulai dari
yang pertamanya kita tahu, orang-orang zaman dahulu tidak memiliki rumah,
sampai seperti yang kita lihat saat ini. banyak perumahan yang sudah lebih mengikuti zaman (modern), yang
tentunya rumah tersebut lebih baik, bagus, bahkan menarik / mewah.


0 komentar:
Posting Komentar